Honda CR-V diesel
Honda meluncurkan CR-V diesel di Afrika Selatan, akhir Mei lalu. SUV ini menggunakan mesin 2.2 i-CTDi yang diciptakan oleh insinyur yang benci mesin diesel.
Kenichi Naghiro adalah penemu sistem katup variable V-TEC yang legendaris dan bertanggungjawab terhadap mesin supercar Honda NSX dan setiap mobil yang bertarung di semua balapan mobil Indy, USA. Dia benci suara bising diesel, getarannya, rentang tenaga yang sempit dan bobotnya yang berat. Tidak dinyana, dia diminta untuk mengembangkan mesin diesel kecil, kompak untuk pasar Eropa. Hasilnya..., mesin berkapasitas 2204cc, 16 katup yang suaranya tidak seperti mesin diesel.
Dia mengecor aluminium block menggunakan proses suhu rendah untuk mengurangi tingkat porosity (jumlah pori-pori), menjadikannya lebih kuat.
Balance shaft primer dan sekunder dan engine mounting canggih meredam getaran khas mesin diesel dan commonrail generasi kedua dengan tekanan injeksi 1600bar, berjasa menjadikan mesin ini lebih senyap dari kebanyakan diesel.
Suara berisik yang tersisa, ditahan dengan acoustic engine cover, dan kaca depan lebih tebal dibandingkan versi bensin. Yang terakhir variable-nozle turbocharger memastikan rentang power lebar dan mengurangi turbo lag.
Hasilnya adalah mesin empat silinder 2204cc, empat katup persilinder, yang suaranya tidak seperti diesel, bergerak halus dan lembut, memproduksi 103kW/4000rpm dan torsi 340Nm/2000rpm. Mesin bisa berputar hingga 5000rpm tanpa harus berteriak.
Honda mengklaim konsumsi bahan bakar adalah 6.5 liter/100km.
Tapi disisi lain, mesin diesel ini sangat pemilih. Dia hanya mau mengkonsumsi bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur rendah-kurang dari 50ppm (parts per million) yang belum tersedia di banyak negara. Di Indonesia, PertaDEX menggandung sulfur sebanyak 300ppm dan ini yang terbaik saat ini.
Pada CR-V, mesin ini dipasangkan dengan gearbox manual 6-speed dimana tuas tranmisi diposisikan pada centre stack, dekat roda kemudi. Tidak adanya centere console menjadikan lantai kabin terasa lebih luas dan datar. Sistem penggerak all-wheel drive bertumpu pada sistem mekanis yang sederhana. Pada kondisi normal, seluruh tenaga mesin dialirkan ke roda depan namun ketika roda depan mulai berputar lebih cepat dari pada roda belakang (gejala slip), kopling pada rear differential terkunci dan mengalirkan power secara seimbang di kedua gardan. Ketika roda depan kembali berputar seirama roda belakang, kopling lepas dan seluruh tenaga kembali dialirkan ke roda depan. Pengemudi sama sekali tidak terlibat dalam proses ini.
Versi diesel ini juga dilengkapi VSA (Vehicle Stability Assist) yang mencegah terjadinya over/understeer dengan cara mengerem roda-roda secara individual.
Dengan segala kelangkapannya, Honda CR-V diesel memiliki kemampuan off-road yang diklaim lebih dari sekedar 'soft-roader' . Sementara peforma di jalan raya juga tidak mengecewakan. Dia bisa ngebut -menurut Honda-hingga 187km/jam.
CR-V diesel diproduksi di pabrik Honda di Swindon, Inggris. Di Afrika Selatan, Honda CR-V 2.0 liter 6MT ditawarkan dengan harga R299,500. Sedangkan versi diesel 2.2 liter 6-MT harganya R326,900.
Untuk saat ini jangan berharap varian ini akan dipasarkan di Indonesia. Jonfis Fandi, Direktur marketing dan after sales service PT Honda Prospect Motor mengatakan untuk saat ini belum ada rencana menghadirkan model bermesin diesel. Salah satu sebabanya, katanya, belum siapnya infrastruktur bahan bakar diesel di Indonesia. Entah bila via grey market.
mobilku.com
|
|