Safety Riding Versi Rally Marina: Posisi Nyaman Bikin Aman

Merayakan hari Kartini bukan hanya dengan acara karnaval berbaju adat, atau menggunakan kebaya dan pawai keliling kota. Tapi lebih dari itu, memberikan pengajaran tentang cara mengemudi yang baik dan benar adalah momen yang tepat, terutama bagi kaum hawa. Rally Marina, "Kartini" pembalap nasional yang tak asing juga di layar kaca, mencoba berbagi ilmu mengemudi yang baik dan aman bagi anda.

Tentu saja, ilmu ini bukan hanya untuk kalangan kaum hawa saja. Kaum adam pun tidak dilarang untuk mebaca dan mengikuti tips mengemudi dari cewek imut ini:

1.Cek kondisi mobil sebelum mengemudi. Mulai dari kondisi roda sampai dengan mesin bisa dilihat diindikator-indikator di dashboard. Bisa juga sedikit ribet, dengan membuka kap mesin. Cek kondisi mesin, mulai dari air radiator sampai dengan oli, Jangan lupa cek juga bahan bakar yang tersisi. Apa masih cukup untuk perjalanan atau alternatif hingga SPBU terdekat.

2.Masuk dalam mobil. Atur dahulu posisi duduk yang baik. Yang sering terjadi, posisi mengemudi dengan jok yang terlalu rebah, itu tidak baik. Begitu pula dengan posisi yang terlalu tegak, itu akan membuat ruang gerak tangan menjadi sempit. Posisi memegang kemudi juga diperhatikan. Letakkan tangan pada posisi yang paling enak dan rileks. Idealnya adalah posisi tangan dengan arah jarum 3-9 Letakkan ibu jari pada batang setir, ibu jari janga ikut menggenggam batang kemudi. Karena ini juga akan mengurangi gerak tangan jika akan kejadian mendadak dan harus memutar kemudi.

3.Jangan mengemudi menggunakan sepatu dengan hak tinggi. Karena itu akan menyusahkan kita saat menginjak pedal kopling, rem dan gas. Lebih baik dengan sepatu atau sandal yang tak memiliki hak. Sepatu atau sandal yang tak dipakai itu, jangan ditaruh di bawah kursi supir, karena resiko pindahnya sepatu / sandal ke bawah pedangn dengan sendirinya, akan mencelakakan diri sendiri," Jika pedal rem terganjal sepatu atau sandal saat benda tersebut bergeser ke depan, maka rem tak akan berfungsi maksimal," jelas cewek 27 tahun ini. Atau bisa juga mengemudi tanpa alas kaki.

4.Pedal tuas persneling dengan telapak tangan, tidak usah digenggam. Karena kebiasaan menggenggam ini akan membuat lengan kita capek, apalagi di jalanan macet.

5.Biasakan tak menaruh barang berharga yang mencolok di jok depan. Seperti halnya tas, dompet dan handphone. Karena itu rawan dengan kejahatan, apalagi pas berhenti terkena lampu merah. Apalagi mobil yang tak menggunakan kaca film pada semua sisi kacanya, Lebih baik tas ditaruh di kolong belakang bawah jok depan dan handphone serta dompet ditaruh di laci.

6.Penggunaan handphone saaat mengemudi memang tidak diharamkan, namun idealnya hanya dilakukan jika kondisi terpaksa. Walaupun menggunakan handfree, tentunya sang pengemudi konsentrasinya terbagi, antara mengemudi dan berbicara dengan sang penelpon. Kalaupun terpaksa, handfree bisa dijadikan alternative.

7.Kebiasaan meroko di dalam mobil juga tak baik. Selain merusak ac, abu buangan rokok kadang membuat masalah. Apalagi abu yang masih menyala merah tiba-tiba jatuh di jok atau karpet. Pasti bikin kita panik. Konsentrasi mengemudipun akan terganggu.

8.Tentukan dahulu tujuan kita kemana. sehingga kita juga memperkirakan jalanan mana yang bisa menjadi jalan alternatif untuk dilewati ketika menemukan jalanan macet.

9.Ada kebiasaan yang juga sering terjadi. Kaki kiri biasanya ogah untuk pindah setelah menginjak pedal kopling. Jangan salah, walaupun perasaan kita kaki kita sudah lepas dari pedal, tapi hal demikian membuat kampas kopling kita termakan. Usahakan kaki pindah ke footrest stelah menginjak pedal kopling. ini akan menjadi kebiasaan yang baik saat mengemudi.

10.Mengemudi sambil dengerin musik tentu hal yang menyenangkan. Apalagi di jalanan macet. Tapi memutar dengan volume kencang juga tak baik. Karena kita tak akan mendengar apa yang terjadi di luar kabin mobil. "Aku pernah hampir tertabrak kereta saat melintas rel KA tanpa pagar. Saat itu aku dengerin musik kenceng di dalam kabin, tanpa melihat kanan kiri, aku nyeberang. Padahal orang di sebelah sudah berteriak-teriak kalau ada kereta mau lewat, tapi tak terdengar karena kalah dengan volume musik. baru tau setelah mobil digebuk orang dari belakang. Huh,... kapok dehdengerin musik kenceng," kenang cewek pembalap Honda Surabaya Racing Team ini.

11."Taati peraturan lalu lintas, jangan melanggar walaupun tak ada pak Polisi. Serta menggunakan etika mengemudi yang benar, juga menjadi acuan mengemudi safely riding," wanti Rally Marina. Otoplus 7 Mei 2007




Posisi jempol yang benar


Posisi jempol yang salah


Posisi benar pindah perseneling


Posisi salah pindah perseneling


Kaki kiri di footstep lebih baik

Posisi tangan idealnya arah jarum jam 3-9


Volume tape ngagak boleh terlalu kenceng


Posisi badan jangan terlalu tegak atau rebah