HPM ekspor Freed ke Singapura dan Brunei
PT Honda Prospect Motor (HPM), agen tunggal pemegang merek mobil Honda di Indonesia, mulai mengekspor model kendaraan serbaguna (MPV) Freed ke pasar Singapura dan Brunei Darussalam pada akhir September.
Kendati volumenya masih relatif kecil yakni sekitar 30 unit, penjualan ke dua negara di kawasan Asean ini diharapkan memperkuat penetrasi produk Honda Freed.
Sejak diluncurkan pada Juni, MPV dengan kapasitas tujuh penumpang ini terus mencatatkan peningkatan permintaan.
Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM mengatakan volume ekspor Honda Freed ke Singapura dan Brunei Darussalam masih kecil dikarenakan tahap percobaan pasar dan diharapkan terus meningkat secara perlahan pada bulan-bulan ke depan.
"Masih percobaan. Thailand menjadi pasar selanjutnya, kemungkinan awal tahun depan," katanya kepada Bisnis kemarin.
Komitmen ekspor Freed telah diumumkan Honda pada peluncuran kendaraan yang mengusung kapasitas mesin 1.500 liter tersebut. MPV yang diproduksi pada pabrik Honda di Karawang ini diklaim memiliki kandungan lokal 40%.
Dia mengatakan permintaan Freed di pasar domestik terus menguat dan menjadi penyumbang terbesar penjualan Honda pada September. Bulan lalu, model ini terjual 1.549 unit dan realisasi penjualan kumulatif Juni-September mencapai 5.196 unit (12% pangsa pasar).
Genjot produksi
Untuk bulan ini, kata Jonfis, produksi Honda Freed direncanakan sebanyak 1.500 unit lebih, guna mempercepat pengiriman produk ke tangan konsumen. Sampai saat ini, permintaan Freed yang belum terlayani hampir mencapai 6.000 unit.
"Kami terus mencoba untuk meningkatkan produksi, tetapi hal ini tidak bisa dilakukan secara drastis," singkatnya.
Peningkatan permintaan tidak hanya terjadi untuk model Freed, tetapi juga dialami hampir semua jajaran produk Honda lainnya seperti Jazz, CR-V, dan model-model sedan.
Sepanjang September, Honda membukukan volume penjualan 4.155 unit dan secara kumulatif menjadi 27.581 unit. Kendati libur panjang Lebaran pada September, Honda mampu meningkatkan pangsa pasarnya, dari 9,6% pada Agustus menjadi 11,2%.
Jonfis menegaskan angka penjualan Oktober diharapkan lebih tinggi dibandingkan dengan posisi September, yakni di kisaran 4.500 unit.
Sampai akhir tahun ini, HPM mengejar target penjualan 40.000 unit, dengan asumsi rata-rata penjualan selama 3 bulan terakhir mencapai lebih dari 4.000 unit per bulan.
"Terus terjadi peningkatan penjualan yang signifikan di pasar otomotif nasional, sejak Mei. Tahun ini kami perkirakan pasar mobil domestik di kisaran 470.000 unit, bergantung pada pabrikan apakah mampu meningkatkan produksi dengan baik," paparnya.
Di lain sisi, Jonfis menjelaskan perusahaan mempertimbangkan untuk memasarkan model MPV Honda Odyssey generasi baru di Tanah Air pada 2010. Rencana impor kendaraan MPV bermesin 2.400 cc tersebut akan direalisasikan apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menguat dan bertahan sampai tahun depan.
bisnis.com
|
|