Pantau Penjualan City

Honda terus memantau kondisi krisis ekonomi terhadap penjualan All New Honda City di ASEAN. Honda yang berharap sedan kecil itu mampu memberi kontribusi besar pada penjualan kini sedang mengalami tekanan.
Sebelumnya, seperti percepatan produksi kendaraan hybrid, pengembangan mobil kecil diharapkan mampu memberi keuntungan besar bagi Honda.
Namun dalam laporan akhir tahun Honda untuk 2008 yang disampaikan Rabu (17/12) di Tokyo, Jepang, CEO Honda Takeo Fukui, menyatakan peningkatan harga bahan baku telah berdampak pada harga jual All New City.
“Untuk mengurangi dampak peningkatan harga bahan baku dan melambungnya faktor biaya eksternal, Honda akan meminimalis pengaplikasian material-material mahal agar harga produk bisa kompetitif,” kata Fukui dalam pernyataannya.
Selain itu, menyikapi peluang pertumbuhan pasar di Asia dan beberapa negara berpertumbuhan cepat lain di dunia, Fukui memaparkan Honda akan membuat mobil kecil yang posisinya berada di bawah Jazz/Fit. “Model ini akan diperkenalkan pada dua atau tiga tahun ke depan,” lanjutnya dalam pernyataan.
Strategi Honda lainnya dalam pemantapan penjualan dari sektor mobil kecil akan dilakukan dengan menjalankan rencana pengembangan mesin diesel berukuran kecil.
Honda Indonesia sendiri mengaku harga jual All New City yang diluncurkan pada 27 November lalu tidak ideal untuk ukurannya.
Untuk diketahui, harga All New City dimulai dari Rp 239 juta hingga Rp 260 juta. Sementara Toyota yang per 1 Desember lalu juga merevisi seluruh harga produknya hanya menetapkan harga Vios, lawan utama City, dengan harga mulai Rp 175,8 hingga 201,6 juta.
“Kalau ditanya, ideal atau tidak, kami mengatakan harga ini tidak ideal. Tapi inilah harga terbaik yang kami berikan di tengah nilai dolar yang tinggi serta keistimewaan dan fitur baru pada All New City,” ungkap Marketing & After Sales Service Director Jonfis Fandi kepada SmartDrive.co.id saat peluncuran All New City di Jakarta.
smartdrive.co.id
|
|