Otomotif Indonesia Menuju Euro IV



Standar emisi gas buang kendaraan bermotor di Indonesia akan melompat dari Euro II saat ini menjadi Euro IV untuk mengikuti perkembangan industri otomotif dunia dan permintaan pasar ekspor.

"Pada tahun-tahun yang akan datang, kita akan menuju ke arah penerapan standar (emisi) Euro IV untuk menjawab tantangan pelestarian lingkungan dan permintaan ekspor," kata Direktur Industri Alat Transportasi Depperin, Panggah Susanto, di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan sejak Januari 2007 Indonesia telah menerapkan standar emisi gas buang Euro II untuk kendaraan bermotor. Hal itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan tingkat pencemaran akibat gas buang kendaraan bermotor.

Pemerintah, lanjut dia, bertekad untuk menuju Euro IV, sehingga kalangan industri otomotif juga diminta menggunakan teknologi ramah lingkungan, di samping efisien dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

"Sarana dan prasarana harus disiapkan untuk menerapkan standar Euro IV, diantaranya fasilitas uji dan ketersediaan BBM yang memenuhi spesifikasi Euro IV," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan dalam pengembangan industri alat transportasi, pemerintah akan fokus mengarahkan pengembangan "full manufacturing," desain, dan "engineering" serta lokalisasi komponen kendaraan bermotor.

"Kami berharap tingkat kandungan lokal kendaraan yang diproduksi di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya," ujar Panggah.

Pemerintah cq Depperin, lanjut dia, akan mengarahkan pengembangan industri otomotif pada upaya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan serbaguna (MPV), truk ringan, dan sedan kecil, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Pasar mobil di Indonesia sendiri, diakui Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto, didominasi oleh kendaraan MPV low yang mencapai sekitar 65 persen dari penjualan mobil nasional. Sisanya 30 persen pasar mobil di Indonesia dikuasai mobil niaga, dan lima persen sedan.

Pada Pada Januari-November 2008 penjualan mobil nasional telah mencapai 569.026 unit atau naik sekitar 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 395.293 unit. Pada 2008 penjualan mobil nasional diyakini berbagai kalangan -- khususnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) -- akan menembus angka di atas 600 ribu unit.

"Pada Desember 2008, penjualan mobil akan mencapai sekitar 37 ribu sampai 38 ribu unit," ujar Joko.

inilah.com