Mobil di Atas 2.000 cc Sebaiknya Tak Gunakan Premium
Pemerintah mengimbau, pemilik kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin di atas 2.000 cc, tidak menggunakan bahan bakar bersubsidi atau premium.
Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Evita Herawati Legowo, penggunaan premium oleh kendaraan pribadi di atas 2.000 cc menyebabkan tujuan penurunan harga premium bersubsidi tidak tercapai.
"Tujuan penurunan harga premium itu adalah untuk mengurangi belanja transportasi, terutama untuk kalangan menengah ke bawah. Ini yang akan kami sosialisasikan. Kendaraan pribadi di atas 2.000 cc yang masih menggunakan premium, (itu berarti) menyalahi aturan," tutur Evita.
Untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi di tanah air, pemerintah saat ini tengah membahas kembali penggunaan kartu pintar (smart card). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral dan BPH Migas sedang membahas konsep pembatasan konsumsi tersebut.
Di tempat terpisah, PT Pertamina (persero) memprediksi penurunan harga premium bersubsidi sebesar Rp500 per liter akan menyebabkan kenaikan konsumsi premium. "Kalau premium harganya turun, volume juga pasti meningkat. Logikanya kan begitu. Ditambah saat ini akan mendekati hari besar seperti Natal dan Tahun Baru," ujar Achmad Faisal Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina.
okezone.com
|
|